What a Boring Class Without School Drama

Setiap hari memasang wajah serius, perhatian penuh. Fokus—bahkan terlalu fokus. Bersamaan dengan itu, badan hampir tak bergerak, memilih kaku di sudut-sudut ruangan dengan buku lekat di tangan. Tidak ada satupun suara, melainkan hanya desingan dari buku tebal berisi kumpulan materi perkuliahan yang sebentar-sebentar dibolak-balikan halamannya.

Dan kemudian hening…

Nah, bisakah Anda membayangkan bagaimana kondisi perkuliahan yang sedemikian rupa?

Well, dugaan saya mungkin mereka kategori mahasiswa cerdas tingkat dewa. Tetapi, alangkah membosankannya aktivitas dengan kadar ketenangan yang sedemikian rupa. Bayangkan saja, setiap hari?? Maka beruntunglah di universitas di mana saya belajar saat ini suasana seperti itu justru jarang sekali ditemui. Malahan di sela-sela perkuliahan selalu ada drama yang tak henti-hentinya memikat perhatian kami.

Tadinya saya berpikir, ketika saya berada di bangku perguruan tinggi, saya sudah tidak akan menjumpai aktivitas malas, menyepelekan, hingga tidak mengindahkan tugas yang diberikan pengajar. Namun kemudian apa yang saya bayangkan terpatahkan. Ternyata, meski secara kedudukan orang yang menempuh pendidikan di bangku universitas lebih tinggi dibandingkan dengan siswa tingkat sekolah menengah, hal-hal seperti itu tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

Seperti di angkatan kami misalnya, kebetulan kami baru akan melangsungkan penelitian. Di dalam proses persiapan penelitian itu, seharusnya seluruh mahasiswa di setiap kelompok ikut berproses, yakni dengan cara mengikuti kegiatan persiapan mulai dari pembuatan research design hingga persiapan turun ke lapangan. Akan tetapi, ada saja mahasiswa yang cueknya setengah mati. Meskipun sudah ditegur, diingatkan, bahkan setengah diancam (diancam tidak lulus) tetap saja, cuek. Tidak peduli.

Mulanya saya jengkel setengah mati. Secara, mahasiswa itu ada di kelompok saya. Tapi kemudian rasa jengkel saya berubah menjadi penasaran. Sesungguhnya, apa gerangan yang menyebabkan mahasiswa menjadi demikian? Mengapa kemudian seorang seperti RK menjadi begitu acuh dengan perkuliahan sementara jelas-jelas ia sendiri yang memutuskan untuk kuliah.

Karena ini sangat bertolak belakang dengan apa yang saya dan teman-teman kerjakan selama perkuliahan. Begitu kerasnya kami berusaha mengikuti perkuliahan dengan sebaik-baiknya, sementara ada saja yang sengaja kuliah seenaknya. Ini menarik. Menarik karena yang seperti ini hampir selalu ditemui di setiap bagian institusi pendidikan. Jika melihat kembali ke belakang, di mana kala itu masih SMP atau SMA, yang seperti ini akan selalu ditemui.

Ah, tapi apalah menariknya sebuah kelas tanpa adanya drama di dalamnya, kan?

Advertisements

One thought on “What a Boring Class Without School Drama

  1. ysalma

    Mungkin setelah nyemplung di dalam jurusan yang dikira sesuai,
    ternyata bertolak belakang dengan panggilan jiwa, makanya cuek, tapi harusnya ada rasa tanggung jawab ya, *pasti ada alasannya.

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s