31 Mei, Kemarin adalah Seminar Pertama Kami

Hari itu, Sabtu 31 Mei 2014, saya dan seluruh mahasiswa dalam mata kuliah Metode Penelitian Sosial Kuantitatif (MPS Kuantitatif) melangsungkan seminar Research Design untuk yang pertama kalinya. Seminar itu, meski hanya dihadiri oleh teman-teman satu angkatan dan para pengajar sendiri, namun kesannya begitu membekas di hati. Terkhususnya bagi saya sendiri. Sehingga saya tuliskan pula ceritanya di sini sebagai sebuah ingatan. Bahwa ini adalah permulaan atas eksistensi saya sebagai sosok yang ingin mendedikasikan diri untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan bidang akademis.

suasana presentasi Research Design di gedung AJS, Fisip UI

Presentasi Design Penelitian dengan tema Lingkungan

Meskipun demikian, di dalam cerita saya kali ini saya tidak akan menceritakan bagaimana sidang MPS itu berlangsung atau bagaimana kehebohan tim-tim riset dalam mempresentasikan karyanya. Di sini saya akan menuliskan beberapa hal terpenting dari terselenggaranya seminar kemarin.

1. Tentang Plagiasi
Tentang plagiasi adalah yang paling utama dari apa yang ingin sampaikan dari hasil seminar kemarin. Meski dari kami juga tidak ada yang melakukan plagiasi, ini adalah pesan yang perlu dicamkan dan diingatkan berulang-ulang. Karena bagi seorang akademisi plagiasi adalah hal yang paling tidak bisa dimaafkan. Dosa terbesar, begitu kami biasa menyebutnya. Dosa yang tidak akan pernah termaafkan, sehingga mutlak haram hukumnya.

2. Tentang Literatur
Kekurangan desain penelitian kami adalah tentang penggunaan literatur sebagai bahan kajian. Kentara sekali, kami banyak mengandalkan internet sebagai sumber kami memperoleh informasi baik jurnal maupun literatur jenis lainnya. Minimnya sumber-sumber literatur dari buku menandakan bahwa kami sangat dan sangat kurang membaca. Sehingga pesan utama di sini adalah saya harus lebih banyak membaca buku.

Masih dalam konteks penggunaan literatur, kami mahasiswa juga dipesan untuk menggunakan jenis literatur yang baik. Jenis literatur yang baik menurut seminar kemarin adalah literatur yang bersumber dari tulisan yang terpercaya, memiliki kredibilitas, dan dari sumber-sumber pilihan. Malu rasanya ketika reviewer mengatakan “Kalian mahasiswa UI, masa literaturnya memakai literatur dari sumber begini!” Begitu tertohok hati ini, sayapun hanya tertunduk malu. Mulai dari detik ini saya akan berusaha menggunakan referensi dari jurnal-jurnal dan tulisan-tulisan yang baik.

3. Tentang Presentasi 
Tentang presentasi, menurut saya ini juga penting. Bagi seorang akademisi, berbicara di depan umum menyampaikan gagasan dari apa yang ia temukan adalah hal yang tidak mungkin tidak. Nah, dalam hal ini, seseorang dituntut untuk bisa berbicara yang baik. Ia harus mampu menyampaikan gagasannya dengan bahasa yang baik sehingga dimengerti orang banyak.

Saat itu saya memang tidak menjadi presentator, kebetulan saya bertugas sebagai penanggungjawab atas reviewer dan pembahas. Namun dari presentasi yang dibawakan oleh teman-teman saya yang lain, saya jadi belajar satu hal. Membawakan sebuah presentasi yang baik itu perlu belajar. Bagaimana seseorang bicara, menarik atensi, menyampaikan gagasan, semua itu perlu belajar untuk menjadi seorang presentator yang baik. Sehingga sayapun membuat rencana untuk studi di semester mendatang. DI semester mendatang saya ingin mengambil mata kuliah public speaking. 

Mengenai plagiasi, jelas ini harus benar-benar di jauhi. Tentang literatur, memang benar kami mahasiswa UI seharusnya memilih sumber-sumber dari penelitian yang terbaik. Meskipun demikian, saya masih memiliki pertanyaan. Di manakah saya bisa memperoleh jurnal dan literatur yang cukup kredibel?

Saat ini saya menggunakan JSTOR sebagai bahan referensi, beberapa lainnya saya peroleh dari perpustakaan online universitas-universitas dunia. Sejujurnya saya masih kesulitan mencari literatur yang baik. Hambatan pertama karena tidak semua jurnal maupun buku digratiskan/ dibuka untuk umum, selain itu saya mulai terbiasa mengandalkan internet.

Bukan karena malas membaca bukunya, tetapi karena sulit menemukan bukunya. Menejemen perpustakaan yang tidak baik menyebabkan saya kesulitan mendapatkan buku yang saya inginkan. Sesungguhnya saya berharap di tengah penggunaan internet yang makin santer ini ada browser yang dapat membawa saya ke penelusuran artikel, jurnal, dan penelitian yang memiliki kredibilitas tinggi. Saat ini seharusnya biasa memperoleh jurnal ataupun ebook dari internet seperti halnya pergi ke perpustakaan. Sayangnya sampai sekarang belum ada. Bahkan Google Cendekia pun tidaklah cukup membantu…

Foto-foto oleh: Ida Ruwaida

Advertisements

One thought on “31 Mei, Kemarin adalah Seminar Pertama Kami

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s