Ketika Rombongan Datang dengan Semangat

Hari Lima, Sabtu, 21 Juni 2014

Pasir Buncir, Caringin

Terkadang untuk bahagia dan semangat itu… sederhana saja…

Waktu menunjukkan pukul 11.24 di ponsel saya. Perut saya mulai berkukuruyuk meminta jatah makan siang.Sementara itu saya masih harus menunggu responden pulang dari sekolahnya hingga pukul satu. Saya menghela nafas sambil merengkuh perut yang mulai mengeluarkan suara-suara menyebalkan.

Ada biskuit dan wafer di dalam ransel. Namun saya enggan untuk mengeluarkan dan mencemilnya sebagai pengganjal perut. Entah rasa-rasanya saya tidak sanggup makan selain makan nasi. Pasir Buncir memang aneh. Meskipun makanan yang disediakan di sini kurang layak, nafsu makan saya justru makin bertambah. Saya menduga dinginnya udara di sini pastilah menyebabkan saya mudah kelaparan. Ditambah ada banyak teman yang bisa diajak makan beramai-ramai. Saling colek sambal, berbagi kerupuk atau makan bersama dalam satu porsi, yang seperti ini membuat saya nampak lebih hidup…IMG_20140621_112110

Hari ini hari terakhir perburuan. Sesuai jadwal, tugas mencari responden harus selesai hari ini. Saya harus mengelus dada melihat daftar responden di kertas catatan saya. Masih ada dua responden yang belum ketemu juga hingga siang ini.

Setelah lelah berkeliling, saya singgah ke rumah salah seorang warga. Di sana saya meminta izin untuk berteduh sembari menunggu responden pulang sekolah (responden saya masih di sekolah). Tidak ada siapa-siapa di sana, semua orang nampak sibuk dengan urusannya masing-masing.  Namun tak lama kemudian dari sebuah ujung jalan muncul bapak-bapak pemanggul dua kotak almari berisi buah-buahan yang sudah dikupas. Di sana bersama abang penjual rujak bebeg ini saya menanti…

Pukul setengah dua saya selesai mewawancarai responden. Perut keroncongan rasanya sudah tak tertahankan lagi. Mulanya saya ingin segera ke RW 1 untuk mewawancarai responden terakhir. Mulanya saya tidak ingin memperdulikan perut yang kelaparan ini. Tetapi kalap juga saya oleh rengekan si perut, maka sayapun meminta ojek untuk mengantarkan saya ke basecamp.

Rengekan si perut seperti sebuah pertanda. Tak lama setelah tiba di basecamp, dosen pendamping Mba Lidya dan Mba Dolly datang bersama rombongan. Tim B di Pasir Buncir kedatangan para dosen. Mas Yerus sekeluarga, Mba Evelyn, Mba Ira, Mba Ida, dan Bu Erna semua datang menjenguk.

Saya gembira sekali dikunjungi para dosen. Seperti anak yang lama tidak ketemu dengan orang tuanya, begitu kangen saya kepada mereka. Tanpa berpikir dua kali saya memeluk dan menjabat tangan-tangan mereka. Ah…  hanya jika tulisan ini mampu mewakili betapa senangnya hati saya. Saya senang sekali dengan kedatangan mereka ke sini…

20140621_152609

20140621_152620

Saya memang sedang merindukan orang-orang yang saya sayangi di rumah: Mom, Fa, dan teman-teman di Jogja. Tiket pesawat liburan ke Jogja masih besok tanggal 25 Juni, sementara saya masih di sini 3 hari lagi. Ola la… entah apa yang terjadi jika para orang tua ini tidak datang ke mari. Mungkin tiada semangat lagi saya di sini…

Terimakasih atas kunjungannya, Pak, Bu…
Doakan anakmu sukses dalam perburuan ini… 🙂tinaa

Advertisements

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s