Mendukung FISIP UI menuju Green Campus

FISIP UIFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) adalah salah satu fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak di Universitas Indonesia. Di dalamnya terdapat 8 bidang studi meliputi Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, Ilmu Administrasi, Kriminologi, Sosiologi, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Antropologi dan Ilmu Hubungan Internasional yang masing-masing memiliki jumlah mahasiswa hingga mencapai ribuan mahasiswa.

Banyaknya jumlah mahasiswa yang dimiliki FISIP UI kerap mengantarkan kontingen Fisip menyabet gelar juara umum pada kejuaraan antar fakultas. Karena punya banyak mahasiswa, Fisip juga menjadi supporter paling ramai di kala pertandingan. Akan tetapi, banyaknya jumlah mahasiswa di Fisip juga menyebabkan Fisip rentan terhadap lingkungan. Hal ini berkaitan dengan masalah sampah yang diproduksi setiap harinya.

Masalah Timbulan Sampah

Jumlah timbulan sampah di FisipBelakangan ini jumlah timbulan sampah di Fisip terus meningkat. Bahkan jumlahnya sering melebihi kapasitas tempat sampah yang tersedia. Banyaknya jumlah mahasiswa di Fisip berkontribusi pada penambahan volume sampah yang dihasilkan. Jumlah sampahnya terus dan terus meningkat sejalan dengan perilaku konsumtif mahasiswa di Fisip.

Tempat-tempat makan/kantin di Fisip merupakan salah satu sumber timbulnya banyak sampah di Fisip. Semakin banyak pengunjung, kantin-kantin di Fisip berpotensi menjadi sumber sampah plastik dan styrofoam dalam skala yang besar.Perilaku konsumtif mahasiswaMasalahnya persoalan mahasiswa tidak selesai hanya dengan makan di tempat. Banyaknya mahasiswa yang sering membungkus makannya (take away) meningkatkan penggunaan plastik dan styrofoam. Akibatnya jumlah timbulan sampah di Fisip terus meningkat.  Alhasil, Fisip menjadi fakultas dengan jumlah timbulan sampah terbanyak dibandingkan dengan fakultas lain yang jumlah mahasiswanya lebih sedikit.

Kebiasaan Membuang dan Memilah SampahKetiadaan tempat pemrosesan sampah di FisipMasalah sampah di Fisip semakin urgent ketika banyaknya timbulan sampah dibarengi dengan perilaku membuang sampah yang tidak pada tempatnya. Sementara bagi mereka yang membuang sampah pada tempatnya, belum ada pemilahan sampah antara sampah organik dan sampah anorganik. Ketiadaan tempat pemrosesan sampah mandiri turut menjadi hambatan dalam menangani sampah di Fisip. Sehingga, jika disimpulkan masalah sampah di Fisip urgent pada 3 aspek, yaitu masalah timbulan sampah, kebiasaan membuang dan memilah sampah, serta masalah pemrosesan sampah.

Green Campus Fisip Ui

A green campus is a higher education community that is improving energy efficiency, conserving resources and enhancing environmental quality by educating for sustainability and creating healthy living and learning environments.
(US.Green Building Council)

Dalam rangka merespon masalah lingkungan terkhususnya sampah, Fisip bersama Tupperware Indonesia menggagas program Green Campus Fisip Ui. Green Campus merupakan komunitas pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada bangunan dan infrastruktur, melainkan mendorong penelitian, mempromosikan upaya-upaya advokasi, mengembangkan kurikulum, dan mendukung tujuan akademik berbasis keberlanjutan di kampus.

Green Campus berupaya meningkatkan efisiensi energi, konservasi sumber daya alam dan meningkatkan kualitas lingkungan dengan cara mendidik dan menciptakan lingkungan hidup dan belajar yang sehat secara berkelanjutan. Dalam menciptakan Green Campus, seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) seperti administrator, perencana modal dan staf, dosen, mahasiswa, dan masyarakat sekitar sangat diperlukan peranannya dalam menyediakan sarana, gagasan, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menciptakan Green Campus.Green Campus Fisip UI

Berdasarkan US. Green Building Council, terdapat 8 langkah yang harus dilakukan dalam praktek Green Campus yang meliputi:

  • Mengadopsi operasi hijau dan pemeliharaan praktek (Adopting green operations and maintenance practices)
  • Menerapkan kebijakan pembersihan hijau (Implementing green cleaning policies)
  • Mengembangkan strategi transportasi alternatif (Developing alternative transportation strategies)
  • Mengkoordinasi pengadaan (Coordinating procurement efforts)
  • Membangun program daur ulang (Establishing recycling programs)
  • Mempromosikan perencanaan dan pemeliharaan yang inovatif (Promoting innovative landscape planning and maintenance)
  • Mengevaluasi prosedur pembelian makanan (Evaluating food purchasing procedures)
  • Mengorganisir program-program mahasiswa dan pendidikan staf untuk mengurangi energi dan konsumsi air (Organizing student and staff education programs to reduce energy and water consumption)

Delapan praktek inilah yang harus dilalui Fisip untuk menjadi salah satu Green Campus diantara banyak kampus di dunia yang telah mengaplikasikan program tersebut.

Bersama dengan Tupperware Indonesia, Fisip berupaya menjadikan kampus berbasis lingkungan berkelanjutan Green Campus Fisip UI, mulai dari menerapkan peraturan, hingga menyediakan sarana kebersihan. Melalui dukungan Tupperware Indonesia, kini telah terdapat 100 buah tempat sampah dengan jenis organik dan anorganik yang tersedia hampir di setiap sudut Fisip.

Sekarang, tidak ada lagi alasan untuk tidak membuang sampah pada tempatnya. Meskipun demikian, keberhasilan program Green Campus tergantung pada pendekatan terpadu dalam perencanaan dan pelaksanaan yang keberlanjutan melalui keterlibatan seluruh stakeholders. Masalah lingkungan terkhususnya sampah adalah masalah krusial sehingga penyelesaiannya memerlukan  kerjasama seluruh warga kampus.

Oleh sebab itu,  untuk mewujudkan Green Campus Fisip UI diperlukan dukungan seluruh warga kampus. Adapun warga kampus dapat mendukung dengan berbagai macam tindakan dan peraturan seperti diantaranya:

1. Mencegah timbulan sampah secara serentak

Untuk menghindari jumlah sampah yang berlebih, timbulan sampah sampah harus dikurangi. Caranya adalah dengan memaksimalkan pencegahan timbulan pada sumber-sumber sampah. Pendekatan ini bersifat personal sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja. Kegiatan itu dapat berupa:

  • Konsisten menggunakan tempat makan dan minum isi ulang daripada membeli makanan dan minuman kemasan saat di kampus.Konsisten menggunakan tempat makan dan minum isi ulang
  • Memanfaatkan fasilitas air minum isi ulang dan tempat minum/tumbler di kampus daripada membeli air minum kemasan.Memanfaatkan fasilitas air minum isi ulang
  • Membawa kantong belanja sendiri saat belanja dan menolak menggunakan plastik di manapun berada.Membawa kantong belanja sendiri saat belanja
  • Mewajibkan setiap kantin di Fisip melayani pembeli dengan tempat makan & minum non kemasan, isi ulang, atau yang dapat digunakan secara berkelanjutanMewajibkan setiap kantin di Fisip melayani pembeli dengan tempat makan & minum non kemasan
  • Menghindari pola hidup konsumtif dengan cara membawa bekal dari rumah menggunakan tempat makan & minum sendiriMenghindari pola hidup konsumtif dengan cara membawa bekal dari rumah menggunakan tempat makan & minum sendiri
  • Mengganti penggunaan tissue dengan sapu tangan. Selain hemat, turut berkontribusi terhadap kebersihan lingkunganMengganti penggunaan tissue dengan sapu tangan untuk berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan

 2. Membuang dan memilah sampah

Pada kondisi-kondisi tertentu, ada jenis sampah yang tidak dapat dicegah timbulannya. Misalnya saja daun yang gugur, sampah kaca, botol obat, dsb. Oleh karena itu, dalam membuang dan memilah sampahpun perlu dicarikan solusi supaya sampah yang timbul tidak menumpuk menjadi masalah lingkungan. Untuk masalah membuang dan memilah sampah, rekomendasi saya adalah sebagai berikut:

♦Menegaskan peraturan kampus tentang kewajiban keharusan membuang dan memilah sampah. Pemilahan sampah FISIP

Jika selama ini peraturan masih belum ditegaskan sehingga masih banyak pihak-pihak yang membuang sampah tidak pada tempatnya atau belum melakukan pemilahan, maka melalui program Green Campus, Fisip UI harus mewajibkan seluruh warganya untuk menjalankan kewajiban membuang dan memilah sampah di tempatnya. Ketentuan selanjutnya, kita bisa menggunakan sistem reward & punishment

♦Memfasilitasi peraturan membuang dan memilah sampah disertai dengan tempat pemrosesan sampah mandiri di dalam kampus.Pemrosesan sampah Fisip

Jika mengamati sistem pengelolaan sampah di Fisip, pengelolaan sampah masih terbatas pada pengumpulan dan memindahkan sampah. Sementara Fisip terus memproduksi sampah, belum ada keikutsertaan Fisip dalam pengelolaan sampah secara mandiri.

Sesuai dengan langkah menuju Green Campus, Fisip perlu dilengkapi dengan program daur ulang (Establishing recycling programs). Menurut saya, akan lebih efisien apabila Fisip dilengkapi tempat dan sarana prasarana daur ulang sampah mandiri. Masalah timbulan sampah seperti daun dapat diolah sendiri menjadi pupuk kompos. Sementara sampah botol atau plastik kemasan dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan program kewirausahaan dengan cara memanfaatkan keberadaan penduduk di sekitar kampus untuk dapat mengolah barang-barang bekas menjadi pernak-pernik daur ulang bernilai guna.

3. Mengolah sampah

Langkah terbaik dalam menangani timbulan sampah di Fisip adalah dengan mengelola timbulannya seefisien mungkin. Dengan terdapatnya 2 jenis sampah yaitu organik dan anorganik, maka pengelolaannya pun perlu dilakukan dengan 2 cara.

Cara yang pertama yaitu mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos. Selain dapat digunakan di kalangan sendiri, pupuk kompos dapat dijual sebagai sarana pemberdayaan pegawai atau masyarakat sekitar.

pengelolaan sampah fisip ui

Sementara itu, sampah-sampah dengan jenis anorganik dapat diolah menjadi barang bernilai guna. Misalnya seperti sampah bekas jajanan kaleng. Dengan sedikit keterampilan menghias dan merangkai kain perca, saya dapat merubah kaleng bekas makanan menjadi celengan-celengan cantik. Melalui langkah-langkah sederhana ini, Fisip dapat merintis sebagai Green Campus.

***

Meskipun demikian, yang terpenting adalah bagaimana komitmen seluruh stakeholders dan warga kampus dalam penanganan sampah secara berkelanjutan. Karena bagaimanapun juga sampah adalah masalah krusial yang penyelesaiannya harus dilakukan secara serentak dan bersama-sama. Selain itu perlu keberanian untuk merubah: membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa.

Melalui tulisan ini saya turut mendukung Fisip UI sebagai Green Campus. Mari dukung Green Campus Fisip UI dengan berkomitmen untuk membiasakan yang benar!

©Tina Latief 2015
Mahasiswa Sosiologi, Universitas Indonesia
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Green Campus Fisip Ui dan berhasil meraih juara pertama. 

Advertisements

7 thoughts on “Mendukung FISIP UI menuju Green Campus

  1. Raaifa

    Dapat pertamax saya jadi komentator pertama … Padahal barusan tadi saya komen, sekarang masuk lagi notofikasi udah lagi artikel baru..

    Wah bersih banget kampus Fisip UI ini.. Tapi yang paling saya suka itu yang ini mba :

    😀

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Fisip ngga bersih-bersih amat kok mas, justru karena itulah mulai digagas Green Campus.

      Itu air Fujiro, ada di beberapa titik di Fisip. Tapi anak-anak jarang yang pakai, termasuk saya. Kalau ngga kepepet saja baru pakai..

      Like

      Reply
  2. RaAiFa

    Bisa kok mba, cuman sebelumnya komen harus pake akun google. Kl pake wordpress atau open id emang sering bermasalah. Ga tau juga tu sebabnya apa, mungkin karena pengaruh template.. Sekarang udah bisa mba. Pengaturannya udah saya setting ke umum lagi. , Makasih banget mba udah mau berkunjung dan tinggalin jejak 😀

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s