Coastal Living of Baron Beach

BAGI SAYA, berkunjung ke pantai bukanlah sekedar mengagumi keindahan lautnya saja. Bagi saya, mengamati kehidupan masyarakat pesisirnya pun tak kalah menariknya dengan bermain pasir atau saat ceburan di air.

Saya senang melihat penjual handycraft yang suka berkeliling menjajakan kerang-kerangnya kepada pengunjung. Saya suka melihat ikan-ikan yang di jual para nelayan di pasar ikan. Baunya mungkin sedikit amis dan basah. Tetapi sangat menyenangkan ketika kita turut berinteraksi dengan para pedagang.

C360_2015-02-28-23-51-59-420

C360_2015-02-28-23-42-55-392

Pantai Baron merupakan salah satu tempat di mana kita bisa berinteraksi dengan para pedagang ikan dan nelayan. Di antara pantai-pantai lainnya di Yogyakarta, Pantai Baron merupakan salah satu pantai yang nelayannya menjual hasil tangkapannya di tempat.

Ada berbagai macam hasil laut yang dapat kita dapati seperti ikan, cumi-cumi, udang, lobster, kepiting, dan kerang. Hasil laut tersebut dapat dibeli saat masih mentah. Atau jika tidak ingin repot mengolahnya di rumah, kita juga bisa merequest dalam bentuk masakan.

C

Ada pembagian kerja di dalam masyarakat pesisir yang membedakan pekerjaan laki-laki dengan perempuannya. Bagi laki-laki, mereka bertugas mencari ikan di laut, sementara bagi perempuannya lebih banyak yang menjajakan hasi tangkapannya di pasar atau melayani pembeli yang hendak makan di tempat.

Ada dapur khusus di mana para perempuan bekerja dengan hasil tangkapan suaminya. Pengalaman saya ke sana, para ibu berkumpul dan saling membagi tugas. Ada yang bertugas sebagai juru masak, ada pula yang bertugas melayani pembeli di depan. Mulanya saya berfikir mereka bekerja perorangan. Tetapi ternyata mereka bekerja bersama, seperti kegiatan gotong-royong di desa.

C360_2015-03-01-00-07-31-187

C360_2015-02-28-23-55-27-331

Yang perlu menjadi catatan, meskipun nelayan Pantai Baron melayani penjualan hasil tangkapannya secara langsung, harganya justru relatif lebih mahal dibandingkan dengan ikan-ikan serupa yang telah didistribusikan di pasar-pasar lokal. Ini karena nelayan mematok harga tangkapannya berdasarkan tempat wisata. Jadi jika kita berekspektasi mendapat ikan dengan harga yang lebih murah, yang terjadi justru sebaliknya.

E

Harga ikan-ikan di Baron memang lebih mahal, apalagi jika tidak pandai menawar. Tapi rasanya sulit jika tidak ikut beradu harga dengan pedagang. Meskipun sekedar untuk mendapatkan sekilo atau dua kilo ikan, pada akhirnya senang rasanya bisa menenteng oleh-oleh dari pantai 🙂

Jadi jangan segan untuk menawar!

©Tina Latief

Advertisements

6 thoughts on “Coastal Living of Baron Beach

  1. Riski Fitriasari

    Di situ ikannya bener2 seger, rasa manis ikan bikin nagih. Untuk org dr ibukota, harga ikan matang disitu relatif murah. Uang 200.000 bisa mengisi perut 5 orang itu pun msh ada yg dibawa pulang. Jadi pengen ke Baron lagi.

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Mak Rizki kapan ke Baron? yuk kapan-kapan ke sini lagi…

      Ah iya ya, bagi orang ibu kota pasti harganya, meski di tempat wisata sekalipun, masih relatif murah… 🙂

      Like

      Reply
  2. fanny fristhika nila

    Belum pernah ke Baron…Baru tetangganya, pantai Sepanjang dan Inderayanti ..di sana ga ada pnjualnya, apalagi Sepanjang yang sepiii bgt mba 😀 Tapi kalo harganya lebih mahal, rada ga asik jg ya..Di kampung saya nSibolga, ikan2 hasil tangkapan yg lgs dijual di tempat, dijual murah2 bnget soalnya 😀

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s