Dua Lelaki Tua Yang Tak Lagi Menampakkan Dirinya di Sana

ADALAH DUA LELAKI TUA, 1) Pak Tua beralmamater UI yang sering berada di Halte Gerbatama dan 2) Pak Rastim/Pak Jenggot yang sering mangkal di bawah jembatan penyeberangan Detos-Margo City.

Pak Rastim adalah seorang pengemis yang mengaku tinggal di belakang kantor Walikota Depok. Dia tinggal bersama isterinya yang sakit-sakitan, tanpa seorangpun anak karena dengan isteri keduanya ini Pak Rastim tidak dikarunia anak.

Sementara itu, Pak Tua yang beralmamater UI itu entah siapa nama dan bagaimana kehidupannya, saya hanya pernah mengajaknya mengobrol sekali. Menurut pengamatan saya, Pak Tua ini mengalami gangguan kejiwaan. Saya sempat menduga gangguan jiwanya berhubungan dengan almamater kami yang sering dikenakannya.

Mengapa kemudian saya begitu perhatian kepada mereka berdua karena terhitung sejak Februari kemarin saya sudah tidak pernah lagi melihat keduanya mangkal ataupun berada di halte seperti biasanya. Padahal, dulu hampir setiap hari saya bertemu kedua lelaki tua ini, misalnya saat saya naik Bikun dan melewati halte, atau saat saya belanja buku di Gramedia. Ketiadaan mereka berdua menjadi aneh bagi saya mengingat saya pernah kenal dengan mereka berdua.

Ada perasaan kehilangan yang mendalam di dalam diri saya. Sempat terbayang bagaimana jika sesuatu terjadi pada mereka. Bagaimanapun juga mereka telah menapaki usia yang telah cukup tua. Sementara sudah menjadi garisnya bahwa setiap yang bernyawa pasti akan tiba masanya meninggalkan dunia.

Saya tidak tahu, dan tidak tau bagaimana caranya mencari tahu. Meskipun demikian saya berdoa untuk keselamatan dan kesehatan mereka berdua. Jika memang sudah waktunya bagi mereka, semoga di akhir hayatnya mereka sempat merasakan manisnya kehidupan seperti manusia layaknya dan tenang berada di sisi-Nya.

©Tina Latief

Baca juga tulisan tentang mereka berdua di sini:

An Old Man and His Yellow Jacket
Crossing Border: Satu Hari Berguru pada Pak Jenggot

Advertisements

4 thoughts on “Dua Lelaki Tua Yang Tak Lagi Menampakkan Dirinya di Sana

  1. Dede

    saya juga pernah mngalaminya mbak,iya rasanya aneh ya sudah biasa melihat sekarang tdak terlihat lagi. Semoga yg terbaik buat mereka. Amin. Thanks for sharing.. salam kenal 🙂

    Like

    Reply
  2. Anton Ardyanto

    Well.. that’s life.. ada yang datang ada yang pergi. Pasti akan selalu ada rasa kehilangan ketika sesuatu yang biasa ada dalam kehidupan kita hilang .. Lebih sedih kalau kita tak tahu kemana mereka pergi.

    Hanya.. mungkin kita harus belajar menerima hal tersebut sebagai bagian dari kehidupan..

    Senang bertemu sesama teman sealmamater..:D

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s