Hari-Hari Menulis Skripsi

TIDAK TERASA, AKHIRNYA HARI-HARI MENULIS SKRIPSI PUN TIBA. Sejak memutuskan untuk lulus dengan jalur skripsi, saya mulai disibukkan dengan rutinitas menulis desain penelitian yang akan menjadi syarat untuk mendapatkan gelar sarjana. IMG_20151116_225230

Saya masih ingat, sebelum memutuskan untuk menulis skripsi, saya sempat dihadapkan pada kebingungan atas kebijakan baru Prodi. Tahun ini mahasiswa dengan IPK diatas 3,51 boleh memilih jalur lulus skripsi atau non skripsi. Jika tidak menganbil skripsi, sebagai gantinya, mahasiswa diminta menulis jurnal yang akan diterbitkan di jurnal universitas.

Yang menjadi pertimbangan saya kala itu, dengan jumlah SKS yang telah cukup, saya bisa menulis jurnal dan lulus dengan waktu cepat yaitu 3,5 tahun saja. Sementara jika saya menulis skripsi, saya akan membutuhkan waktu lulus setengah tahun lebih lama. Yang menjadi pertimbangan saya selanjutnya, menurut banyak sumber, skripsi tidak menjadi prasyarat dalam menempun studi selanjutnya. Alasan ini membuat saya bingung dengan pilihan skripsi. Sudah pasti akan lelah, namun jika dikerjakan tidak memberikan manfaat maksimal…

Kebingungan ini saya sampaikan kepada Mas Herman Saksono di Facebook. Kala itu saya bertanya, apakah akan bermanfaat jika saya menulis skripsi? Seperti pendapat kebanyakan, Mas Herman juga mengiyakan jika skripsi memang tidak banyak diperlukan dalam menempuh jenjang pendidikan lanjut (S2/S3). Namun menurut Mas Herman, bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan jenjang Master of Research, skripsi akan diperlukan sebagai pengalaman riset.

Well, adalah cita-cita saya bisa meneruskan studi S2 dengan jenjang ini. Jadi, tak ragu lagi, saya memutuskan untuk menulis skripsi. Saat ini, sudah hampir lima bulan saya mulai menulis skripsi. Memang masih penulisan tahap awal, namun rutinitas ini cukup membuat saya sibuk.

Membaca jurnal, melakukan literatur review, menulis, merevisi, ngobrol dengan narasumber, bimbingan, sekarang sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Begadang, terlambat makan, bangun siang, rasa-rasanya juga sudah biasa. Lelah apalagi, saya rasa bukan hal yang aneh lagi. Meskipun demikian saya menikmati setiap detiknya. Mengingat skripsi adalah keputusan yang saya buat, selain mempertimbangkan manfaatnya, tentu saya akan bertanggung jawab atas apa yang telah saya putuskan.

Menulis skripsi itu menanyangkan, kok 🙂

©Tina Latief 2015

Advertisements

2 thoughts on “Hari-Hari Menulis Skripsi

  1. greenfaj

    menulis skripsi itu pengalaman tersendiri memang, pengorbanan yang kita lakukan akan lebih terasa terbayar saat selesai sidang nanti
    percaya deh, itu yang saya rasakan dulu habis sidang

    Like

    Reply
  2. elfarizi

    Betul, menulis skripsi tidak mengurangi manfaat buat ke depannya kok. Meski, riset dalam skripsi seringkali bisa berubah dengan proposal tesis (padahal sebelumnya sudah dipersiapkan untuk dilanjutkan), paling tidak manajemen waktu, mengolah data lebih lengkap, mempersiapkan penelitian lebih matang, menjadi benefit yang didapat dari menulis skripsi dibandingkan menulis penelitian untuk jurnal.

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s