On Journey with Fellow Runners Situ Gunung Fun Trail Run

img_20170220_173148_822SAYA masih ingat bagaimana raut muka Sayyid, teman semasa SD dulu,  waktu kami mengobrolkan cabang olahraga yang setahun terakhir ini menjadi favorit saya di setiap akhir pekan. Waktu itu ia menatap saya tanpa bergeming. Mimik mukanya nampak serius, jelas kentara bahwa ia tidak sekedar melontarkan pertanyaan basa-basi. Ia merasa heran dengan saya yang sekarang, bagaimana bisa seorang Tina menggemari olahraga lari, demikian ungkapnya. Apalagi tidak sekedar road run melainkan juga trail run, tambahnya. Saat menjawab keheranannya, saya pun tersenyum lebar. Rupanya ia masih ingat, dulu saya sempat tidak menyukai olahraga yang satu ini…

Bagi saya dulu, lari adalah olahraga yang menyebalkan. Rasa-rasanya baru berlari sebentar saja sudah capai setengah mati. Namun mindset saya tentang lari perlahan-lahan berubah setelah saya join dengan Derby (Depok Running Buddy). Bersama klub lari ini, secara berangsur-angsur saya bisa menemukan kesenangan dalam berlari. Puncaknya kemarin ketika saya dan teman-teman Derby sukses menyelenggarakan ritual tahunan fun trail run, yang mengambil lokasi di Situ Gunung, Cisaat, Sukabumi. Dari sini, saya menyadari bahwa ketika saya berlari, sesungguhnya, berlari itu bisa menjadi lebih dari sekedar berlari…

When I passionate to run, run is more than just run… It is fun…

img_20160912_145716img_20160913_092014Singkat cerita, pada 9 Januari 2016 lalu saya berkesempatan untuk mengorganisasi acara trail run Derby yang bertajuk Situ Gunung Fun Trail Run. Acara yang dilaksanakan di Cisaat, Sukabumi itu merupakan event lari intern yang dimaksudkan untuk menjaring para peserta lari utamanya dari member Derby. Meskipun demikian, seiring dengan tersebarnya informasi baik dari Whatsapp maupun Facebook, event trail run ini menjadi terbuka bagi peserta lari yang berasal dari berbagai komunitas lari. Alhasil, acara ini pun tak sekedar menjadi ajang lari menyusuri bukit, namun juga menjadi gatheringnya kawan-kawan lari yang berasal dari berbagai komunitas se Jabodetabek.

Pukul tujuh pagi, jersey biru Derby mulai mendominasi tempat yang dijadikan meeting point peserta, Stasiun Paledang. Berdasarkan record, terjadapat sebanyak 60 peserta dari 80an pendaftar yang melakukan konfirmasi kedatangan baik peserta rombongan maupun non rombongan. Ketika peluit kereta berbunyi, kami secara beramai-ramai “membajak” kereta Pangrango untuk menuju Cisaat. Kegembiraan dan semangat pun nampak tersungging di mimik muka para peserta. Meskipun kereta sempat terlambat satu jam, tak henti-hentinya gerbong kedua dari KA. Pangrango riuh dengan canda dan tawa dari seluruh peserta.

Setibanya di Stasiun Cisaat, tujuh angkutan umum langsung menyambut kami untuk membawa rombongan menuju Situ Gunung. Di angkutan paling belakang, saya bersama Bang Agi, koordinator rute, sedikit banyak khawatir dengan mood para peserta mengingat keterlambatan kereta menyebabkan kami turut terlambat memulai acara. Namun rupanya Tuhan menyelamatkan kami. Pukul 12 di Bogor, suhu udaranya senantiasa adem dan berkabut. “Kalau cuacanya seperti ini, tengah hari pun tidak masalah untuk berlari,” ujar saya ke Bang Agi. Dan benar, tatkala bendera start dikibarkan, saya tidak merasakan sedikitpun sengatan sinar matahari.

img_20160912_120506 img_20160912_121613

Situ Gunung sebenarnya bukanlah wahana untuk berlari. Tidak ada rute khusus yang dibuat melainkan hanya jalan setapak yang baisa dilalui penduduk sekitar. Hanya saja, kondisi alamnya sangat baik jika kita ingin belajar ngetrail. Jalanannya terdiri dari beragam elevasi. Lintasannya pun bermacam-macam jenisnya, ada yang licin dan berlumut, dan ada pula yang bersemak dan berbatu terjal.

Yang paling teringat dalam ingatan saya, tanjakan dan turunan di trek ini benar-benar menguji kesabaran. Di sinilah otot-otot paha dan kaki benar-benar dituntut untuk mampu mendaki dan mengontrol turunan. Rasanya capai dan pegal sekali. Meskipun cuaca senantiasa dingin, aktivitas ini akan langsung menguras persediaan air di hydropack. Meskipun demikian, mengikuti trail run ini sama sekali tidak rugi. Rasa capai dan pegal itu akan seketika terobati oleh pemandangan dan situs-situs menarik di sepanjang lintasan Situ Gunung. Misalnya saja air terjun dan danau yang ada di sini.  Di situs ini saya dan para runners paling banyak menghabiskan waktu. Selain iklimnya sangat pas digunakan untuk mengambil nafas, di tempat ini para runners bisa banyak berfoto-foto. Namun sayang karena keterlambatan memulai acara, kami harus menuntaskan lari hanya sejauh 5 km saja. Jadi kami menyudahi lari sampai di sini. Selanjutnya kami kembali ke camp dan bersiap kembali ke Jakarta.

img_20160912_115300

Di sepanjang perjalanan pulang sembari melepas lelah, kami serombongan masih saling berbagi cerita. Kami membagikan kesan dan pesan selama mengikuti acara, merecall kembali apa saja moment-moment terbaik selama kurang lebih 3 jam berlari. Ada yang punya cerita lucu, ada juga yang punya cerita cinta. Bagi saya, sendiri event lari ini merupakan persimpangan antara cerita lucu, bahagia dan mengenaskan. Namun biarlah cerita itu saya ceritakan di lain waktu. Sementara ini, marilah kita sama-sama menikmati keberhasilan dalam penyelenggaraan acara ini. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini. Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan sangat baik. Bagaimanapun, we couldn’t have done it without you.

Sampai jumpa di event trail berikutnya! 🙂

©Tina Latief 2016

Advertisements

4 thoughts on “On Journey with Fellow Runners Situ Gunung Fun Trail Run

  1. Julia

    Enak ya Mba’, lari sambil nikmati alam, capek jadi nggak sedikit terlupakan, apalagi abis panas-panasan diguyur air terjun, waah, nikmat… 😍😍

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s