Menapak Tilas Makam Joko Tarub di Gunung Bagus

IMG_20160313_204823

PERJALANAN saya mengunjungi bangunan bersejarah di Yogyakarta tidak berhenti di Pesarehan Ki Ageng Giring III. Setelah melakukan kunjungan ke makam itu, saya kembali meneruskan perjalanan mengunjungi makam  Joko Tarub yang terletak di Gunung Bagus.

Sore itu hari belum begitu gelap. Masih ada berkas-berkar sinar matahari yang menyinari langit di sebelah Barat. Meskipun demikian, sebentar lagi matahari akan segera tenggelam. Sayapun bergegas, tak mau membuang banyak waktu.

Makam Joko Tarub terletak di puncak bukit yang ditutupi segugus kecil hutan Jati. Untuk menuju puncaknya, saya dan teman saya harus mendaki jalan yang mengular kurang lebih sepanjang 30 meter.

Jalanan menuju ke makam itu masih terjal di bagian pangkalnya. Selanjutnya, jalan disambung oleh undak-undakan dengan pegangan besi yang dipasang sepanjang undakan. Ketika sampai di pertengahan, pemandangan pertama yang saya lihat adalah sebuah bangunan tua yang mulai rusak di bagian atapnya. Di samping bangunan itu tertanam dua buah padasan (tampungan air untuk wudhu) berukuran sedang yang terlihat rapuh dan dipenuhi banyak lumut.IMG_20160313_192505 IMG_20160313_192947Nuansa mistis langsung menyergapi perasaan saya. Dengan agak was-was, saya mengucapkan salam dan mengikuti teman saya dari belakang.

Di halaman muka bangunan makam itu terdapat sebuah patung menyerupai singa. Terdapat pula sisa-sisa abu dupa yang dibakar di atas anglo (tungku suku Jawa yang terbuat dari tanah liat). Beruntung, kali ini tidak tercium lagi baunya. Ini cukup membuat jantung saya tetap nyaman. Dilihat dari kondisinya, nampaknya makam ini jarang dikunjungi peziarah. IMG_20160313_193600 IMG_20160313_193957Pintu makam itu terkunci saat kami mencoba memeriksanya. Jadi kami memutuskan untuk melihat-lihat saja dari luar. Makam itu ditutup kain putih dengan dua patung harimau yang menjaga di sisi kanan dan kirinya. Di bagian mukanya terdapat tulisan nama pemilik makam yaitu Joko Tarub, Dewi Nawangsih dan Bondan Kejawan.

Saat itu saya tidak mengambil gambar penampakan makam di dalamnya. Saat itu saya tidak memiliki cukup keberanian untuk mengabadikan gambarnya. Teman saya sempat mengcapturenya. Tapi saya tidak berani untuk mengunggahnya ke sini.

Untuk ketiga sosok pemilik makam tersebut, sayangnya saya tidak memiliki cukup pengetahuan untuk menuliskan siapa dan bagaimana kisah hidup mereka. Di tempat itu, tidak ada sumber lisan yang dapat saya mintai keterangan. Namun menurut legenda, ketiganya merupakan sosok yang sering dikisahkan dalam dongeng Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari. Legenda Jaka Tarub merupakan salah satu cerita rakyat yang diabadikan dalam naskah populer Sastra Jawa Baru, Babad Tanah Jawi.

Alkisah, pemilik nama Jaka Tarub merupakan seorang pemuda yang berhasil mepersunting dewi dari khayangan bernama Nawangwulan. Dari pernikahannya itu maka lahirlah Nawangsih. Adapun menurut sumber, Nawangsih kemudian dinikahkah dengan Bondan Kejawan, yakni seorang utusan pembawa keris yang merupakan putra kandung Brawijaya. Banyak versi dari cerita ini. Saya sendiri masih belum cukup yakin cerita dengan versi mana yang paling dapat dipercaya.

***

SEPERTI yang telah saya tuliskan pada perjalanan sebelumnya, bagi saya mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti makam leluhur ini tidaklah mudah. Selain membutuhkan keberanian, terkadang perlu pengetahuan khusus terkait dengan adab/ tata krama saat berkunjung ke makam.

Beruntunglah tidak ada ritual khusus yang harus saya lakukan untuk berkunjung ke makam ini. Kali ini saya cukup senang diajak jalan-jalan menapak tilas makam-makam para sesepuh jaman dahulu. Manfaatnya, saya dapat mengingat kembali, menilai, dan mempelajari tokoh, tempat dan momen bersejarah yang telah terjadi pada masa sebelum saya.

Dengan mempelajari sejarah semoga membuat kita semakin arif.

©Tina Latief 2016

Advertisements

14 thoughts on “Menapak Tilas Makam Joko Tarub di Gunung Bagus

  1. Gara

    Saya juga jadi ingin berkunjung ke tempat ini. Ia punya latar cerita yang kuat, belum lagi fakta bahwa ada bekas-bekas pemujaan di sana jadi menimbulkan banyak pertanyaan. Mungkin penduduk di bawah bukit tahu beberapa hal tentang keberadaan punden itu?
    Saya juga jadi penasaran dengan legenda lengkap dari Jaka Tarub ini Mbak :hehe, termasuk tentang bagaimana makam ini bisa ada pada awalnya :)).

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Iya mas, masih banya misteri yang belum terkuak memang. Sayangnya ya itu tadi, tidak ada juru kuncinya di sana. Lain waktu jika ada sumber lisan yang cukup kredibel semoga saya ada waktu untuk wawancara..

      Liked by 1 person

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s