Hari-Hari Terakhir di Asrama Mahasiswa UI

escape-2TIDAK terasa, dua hari lagi saya akan segera meninggalkan rumah yang selama empat tahun ini saya tinggali. Rumah yang selalu menaungi saya tatkala pulang kuliah. Rumah yang selalu menampung segala keluh kesah saya selama empat tahun menjadi mahasiswa strata pertama di universitas.

 

Rumah yang saya maksud adalah Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia, Depok. Terhitung sejak semester pertama perkuliahan, saya memutuskan untuk tinggal di asrama, berpisah dari keluarga. Meskipun sebetulnya bisa saja saya tinggal di rumah keluarga di Jakarta yang jarak tempuhnya tidak begitu jauh dengan lokasi kampus. Namun saya bersikeras tinggal di asrama dengan dalih saya ingin mulai belajar menikmati hidup mandiri.IMG_20160531_160250

Seperti mahasiswa kost pada umumnya, saya belajar survive di saat jauh dari keluarga. Selama empat tahun tinggal, saya belajar menempa kehidupan di balik rasa suka maupun duka. Banyak sekali pengalaman dan hal menarik yang saya dapat, mulai dari pengalaman yang bersifat pembelajaran, hingga pengalaman yang tak terduga sebelumnya. Maka dari itu, ketika sekarang dihadapkan fakta bahwa sebentar lagi saya akan segera hengkang dari sini, rasanya masih sulit dipercaya.IMG_20160531_160608

Hari ini saya mulai mengemasi barang-barang yang ada di kamar. Satu persatu saya memasukkannya ke dalam box-box pengangkut dan tas yang telah saya sediakan sebelumnya. Di sela-sela mengemasi barang, berkali-kali saya tertegun dan melempar pandangan ke luar jendela. Pikiran saya menerawang kembali ke belakang, ada banyak sekali kenangan yang akan saya rindukan selama ada di sini…

Saya akan rindu bermain-main di rumput di halaman asrama. Saya akan merindukan kicauan burung yang selalu riuh tatkala pagi membuka jendela. Saya akan rindu dengan bapak dan ibu penjaga kantin yang selalu ramah dan menyenangkan. Saya akan rindu dengan makanan alakadarnya yang selama empat tahun ini menjadi survival kehidupan anak asrama.

Bahkan saya akan sangat merindukan kucing-kucing asrama yang tanpa diundang selalu datang ke kamar. Saya akan rindu mengelus dan membelikannya segepok ikan pindang. Saya akan rindu ketika harus beragumen dengan para ob demi menyelamatkan si kucing agar tidak dibuang. Ya.. saya akan merindukan keluarga kucing yang lucu dan manis itu…

Dan tentu saja, saya akan rindu ketika terkadang harus marah-marah karena baju dan celana dalam di jemuran banyak yang hilang. Saya akan rindu ketika suatu malam mendapati jendela kamar dicongkel orang yang tak bertanggungjawab. Saya akan rindu ketika beberapa kali harus syok dan terbujur kaku karena mendapati penampakan hantu. Oh, well, correction, mungkin yang ini tidak akan saya rindukan… 😀

Copy of Pagi hariAh, mendadak saya jadi melankolis. Perasaan saya seperti diaduk-aduk, rasanya ada yang pedih di balik debaran jantung ini. Asrama, meskipun bukan kehidupan yang sempurna, tetap, adalah sebuah istana bagi saya. Keharmonisan yang ada di afmosfer udaranya membuat siapapun yang tinggal bisa bernafas lega karenanya.

Dan yang tak terlupa, keberadaannya memberikan pelajaran penting tentang kehidupan yang benar nyata. Menyadarkan saya bahwa kehidupan bersama orang tua tidak akan berlangsung selamanya. Hari ini untuk terakhir kalinya saya menjejakkan kaki di sini. Perlahan-lahan saya melangkahkan kaki, menapaki hari di bawah naungan atap yang baru.

©Tina Latief 2016

copy-of-introducing

 

Advertisements

36 thoughts on “Hari-Hari Terakhir di Asrama Mahasiswa UI

  1. Arman

    hmmm ada maling jemuran… ada yang nyongkel jendela… dan ada hantu??? kayaknya gak bakal rindu deh. hahaha.

    btw ceritain dong tentang ketemu hantu nya… 😀

    Like

    Reply
    1. Tina Latief Post author

      Haha iya mas Arman, parah banget ya dan aku semua lagi yang ngalamin 😀

      Ceritanya waktu itu dilihatin dua hantu, yang pertama hantu bola api, yang kedua hantu mata merah.

      Hantu bola api waktu itu muncul pas semester pertama, waktu itu kamarku di gedung E lantai 4. Nah, hantunya muncul pas aku lagi sholat. Waktu itu posisinya aku mau sujud, tapi sebelum kejadian kamarku mendadak kaya kebakaran di bagian jendelanya. Karena udah ngga fokus sholat lagi, aku nengok ke kanan. Dan wuppp, ada bola api berkilat-kilat di dekat jendela yang terbuka. Yang lucu, dalam posisi lagi sholat ini akunya langsung sujud, ngga bangun-bangun karena takut 😀

      Nah, hantu kedua kejadian pas tahun ke tiga. Waktu itu kamarnya pindah di lantai satu, gedung B. Waktu itu kondisinya lagi tidur sebenernya, tapi mendadak aku kebangun karena mati listrik. Aku orangnya ngga bisa tidur kalau lampunya mati 😀
      Terus pas kebangun itu di samping aku tidur ada dua mata merah gitu. Tanpa badan. Aku sempet ngelihat hantunya lama buat memastikan apa aku emang cuma berhalusinasi atau bukan. Nyatanya udah beberapa kali aku lihatin ada aja, ngga hilang-hilang. Yaudah deh mas akunya ketakutan sendiri, di kamar akunya selimutan ga berani keluar juga orang udah malem 😀

      Like

      Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s