Seminggu memanjakan lidah di kulineran Bojonegoro

17661998_411396949236185_5514509515803852800_n

Membelanjakan uang di Bojonegoro dijamin tidak akan rugi. Kota yang ramah ini memiliki daya tarik yang tak kalah, terutama daya tarik wisata kulinernya yang nyata mampu memanjakan lidah pengunjungnya.

AKU selalu begitu excited dengan semua-mua yang berhubungan dengan jalan-jalan dan berwisata. Itu sebabnya, sekali mendapat kesempatan jalan-jalan, aku akan mengeksplor banyak hal tak terkecuali local culture dan spot-spot untuk jelajah kuliner. Kebetulan, kali ini aku mendapat kesempatan untuk bermain-main selama seminggu di Jawa Timur, khususnya di Surabaya dan Bojonegoro. Menulis tentang tempat wisatanya, mungkin bisa lain kali saja. Kali ini biarlah kuceritakan dulu tentang perjalananku memanjakan lidah dengan berbagai jenis masakan yang ada di sana.

Angkringan Cak Nur & Dimsum, Hotel Aston

IMG_20170330_202032_876Kalaupun ada yang menarik dari Hotel Aston di Bojonegoro, tentunya adalah angkringan yang super elegan yang terletak di halaman pintu masuk hotel. Angkringan Cak Nur dan Dimsum, begitu namanya, adalah salah satu angkringan yang paling populer di Bojonegoro. Konsepnya menarik, pertama, angkringan ini dibiarkan terbuka tanpa menggunakan tenda jadi pengunjung bebas menghirup udara sambil memanjakan mata. Kedua, meskipun konsepnya adalah angkringan, pelayanan Angkringan Cak Nur ini tetap menggunakan pramusaji ala hotel.

Malam itu, aku dan teman-temanku berkendara menuju ke angkringan ini. Kami bersantap ria sambil ngobrol dan menertawakan apa saja. Malam itu aku memilih sate telur puyuh dan wedang ronde untuk menemani ngobrol, sementara temanku memilih nasi kucing dan jeroan untuk makan. Sate tutut, sate jeroan, telur puyuh dan wedang ronde, makanan yang terlihat alakadarnya itu begitu nikmat dicamil sembari ngobrol santai.

Sate dan Gulai Kambing Pak Tondo

Karena belum makan berat, malam itu akupun digiring ke kedai sate yang satu ini. Namanya Sate Pak Tondo. Kedai sate ini letaknya persis di sebelah kiri Hotel Aston.

Kalau kamu berkunjung ke Bojonegoro, kamu akan melihat beberapa cabang Sate Pak Tondo. Kedai sate ini menyediakan beragam jenis sate seperti sate murni daging dan sate dengan lemak. Yang unik, sate di kedai ini hanya dapat dinikmati dengan porsi-porsi tertentu yang telah ditentukan. Yang aku coba ini misalnya, porsinya adalah sepuluh tusuk sate tanpa lemak yang dagingnya membuatku super duper kekenyangan.

Kafe Nano Milkshake

Jika kamu penggemar makanan malam, jangan segan untuk mencoba kuliner yang ada di kafe-kafe. Di Bojonegoro, ada banyak kafe untuk nongkrong yang bisa disinggahi sekaligus makan malam.

Entah sejak kapan, namun kafe nampaknya sedang sangat menjamur di kota ini. Kafe Nano Milkshake adalah salah satunya, desainnya biasa saja namun tempat ini selalu ramai dikunjungi pengunjung. Makanan andalannya adalah ayam nano. Ayam nano ini mirip ayam penyet, yaitu ayam yang digeprek sampai gepeng yang dimakan dengan campuran sambal dan mayo. Bagi yang menyukai rasa pedas, bisa juga request sambal dengan level pedas yang disukai. Untuk mengobati pedasnya, kamu bisa pesan minuman andalan kafe ini yaitu Nano Milkshake.

Pawon Resto Seafood

Seperti namanya, kuliner kali ini adalah kuliner ala restoran. Konsepnya mirip sekali dengan Restoran D’cost di Jakarta. Menu andalannya sama yaitu seafood. Adapun sistem pesan menunya pun mengambil sendiri menu yang terpajang di halaman muka restoran.

Dan lagi, di sini minumannya juga gratis as long as itu adalah teh dan air putih. Bedanya, takaran nasi di restoran ini tidak dibebaskan seperti di D’cost melainkan ditentukan oleh pihak restoran seperti saat pesan menu makanannya. Soal harga, so far harga menu-menu di restoran ini masih terjangkau. Oiya, yang membuatku suka, restoran ini melayani pesan-antar. Saat aku kelaparan di rumah, aku bisa pesan beraneka menu yang aku suka tanpa ada minimal pembelian.

Singapore Restaurant

Tak berhenti sampai di sini, aku dan teman-temanku juga sempat menjajal makan di Singapore. Tempat kuliner yang satu ini masih baru. Menurut pelayan restorannya, Singapore baru sebulan diresmikan di Bojonegoro.

Menu andalannya banyak sekali. Rasanya juga enak dan sangat puas karena porsinya sangat besar. Namun untuk ukuran Bojonegoro, restoran ini cukup mengejutkan dompet. Bertujuh, kami bisa menghabiskan sebanyak … ah, no need to explain 😀

Jika kamu berencana ke Bojonegoro atau memang sedang berada di Bojonegoro dan bingung mau makan di mana, mungkin tempat-tempat makan berikut bisa menjadi pilihan. Aku bisa menjamin makanannya lezat dan memuaskan. Namun hati-hati, jika tidak dicover finance, mungkin beberapa tempat ini tidak recomended untuk makan sendiri hihi.

©Tina Latief 2017

Advertisements

2 thoughts on “Seminggu memanjakan lidah di kulineran Bojonegoro

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s