Surat yang tak kunjung berbalas

Temanku menghilang dari dunia maya. Saat ini aku sedang kehilangan dan berusaha mencari kabarnya.

Sudah hampir enam bulan, yang itu artinya sudah setengah tahun, surat yang kukirim tak kunjung berbalas. Aku tak mau banyak berprasangka, namun di era penetrasi teknologi yang amat pesat yang mana semua hal terjadi serba cepat ini, membuatku jadi tak bisa menahan untuk tidak berperasangka. Ke mana sebenarnya dia? Mengapa ia tak kunjung membalas suratku?

Surat itu kukirimkan kepada teman lamaku di Madura. Dia adalah orang pertama yang mengenalkanku pada jagad perbloggeran. Dulu kami pernah bertemu beberapa kali di event blogger, pertama di Semarang kemudian di Jogja. Namun sejak saat itu, aku belum pernah bertemu dengannya lagi. Dia tiba-tiba menghilang, lenyap seperti ditelan bumi.

Kabar terakhir yang kudengar darinya, setelah lulus Sarjana, ia sedang mencari kerja. Beberapa kali ia mendapat tawaran kerja, namun konon ibunya sedang sakit serius sehingga ia memilih untuk meninggalkan karirnya demi mengurus ibunya. “Aku mau fokus mengurus Ibuku”, tuturnya kepadaku.

Aku bisa mengerti jika ia kemudian tak lagi aktif ikut kopdar dan gathering dengan anak-anak blogger. Namun menghilangnya dari sosial media, dari dunia maya, adalah periaku yang sangat aneh. Membuatku sedikit khawatir, apa gerangan yang terjadi padanya? Apakah ia kini juga mengikuti jejak Sarah Sechan yang menginsyafkan diri dari media sosial? Well, it could happen to many peope. Tetapi email… Please… Aku benar-benar tak habis pikir jika ia tak lagi menggunakan email. 

Apakah dia sedang kesulitan, gadget rusak atau sebagainya? entahlah, aku hanya berharap dia baik-baik saja. Aku  tidak ingin membiarkan pikiranku menjadi liar. Kuurungkan niatku untuk banyak berperasangka dan lebih berserah saja bahwa kelak aku pasti akan memahami kondisi dan keputusannya.

Temanku bilang, ada beberapa hal di dunia ini yang tidak bisa dijelaskan begitu saja. Well, yeah, itu benar. Itu sebabnya aku tidak ingin pesimis dengan kondisi temanku itu. Aku hanya berharap semoga kelak ia bisa bergabung kembali ke dunia maya yang menyenangkan ini.

Setidaknya sebelum Menkominfo menutup semua platform media sosial…

©Tina Latief 2017

Advertisements

2 thoughts on “Surat yang tak kunjung berbalas

  1. ndu.t.yke

    Aku udah hampir 1,5 bulan gak membuka emailku. Mungkin temanmu merasa ga menunggu apapun di inbox emailnya, makanya dia jg ga pernah lg membuka akun emailnya.

    Like

    Reply

Any comments? just post!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s